Angket Kognitif setelah UNBK 2019

Angket Kognitif setelah UNBK 2019

Angket Kognitif setelah UNBK 2019

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

(Kemendikbud RI) menggali informasi nonkognitif siswa yang mengikuti ujian nasional tahun 2019, melalui rencana angket siswa. Hal tersebut menjadi perbedaan yang terlihat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Analisis ini bertujuan memperoleh faktor-faktor yang bisa memengaruhi capaian siswa. Terdapat lima macam angket yang bisa dikerjakan setiap siswa. Diharapkan, angket tersebut mampu menjawab setiap pertanyaan mengenai respon siswa.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan, Bambang Suryadi mengatakan,

pertanyaan-pertanyaan dalam angket berkaitan dengan indikator sosial ekonomi. Di antaranya, pekerjaan, pendidikan serta kepemilikian barang dari orangtua siswa. “Tidak hanya itu, persepsi siswa mengenai bakat dan keunggulan diri serta cita-cita siswa itu sendiri dapat diketahui,” ujarnya, dilansir dari web kemendikbud, Kamis (21/3/2019).

Angket tersebut, lanjutnya, diberikan kepada siswa setelah menyelesaikan

ujian nasional agar dapat dikaitkan hasil ujian dengan latar belakang kecenderungan yang dimiliki oleh siswa. Terutama mengetahui penyebab rendahnya nilai ujian nasional, dari angket ini bisa didapatkan preferensinya.

Setiap civitas akedemik, termasuk guru wajib mengetahui kecenderuangan yang dimiliki setiap siswa. Seperti, aspek nonkognitif anak yang tak bisa dikaitkan dengan performa. “Maka dari itu, hasil angket nantinya dapat menjadi tolok ukur dalam memberikan pelatihan, yaitu dengan mempertimbangkan pendekatan bersifat individual,” ujarnya.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id