Kursus Bahasa Indonesia Ternyata Diminati Warga Arab Saudi, Tiap Tahun Pesertanya Membludak

Kursus Bahasa Indonesia Ternyata Diminati Warga Arab Saudi, Tiap Tahun Pesertanya Membludak

Kursus Bahasa Indonesia Ternyata Diminati Warga Arab Saudi, Tiap Tahun Pesertanya Membludak

Memasuki usianya yang ke-14, program kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing

(BIPA) semakin diminati masyarakat Arab Saudi. Terbukti dalam tempo dua pekan masa pendaftaran, sebanyak 262 orang mendaftarkan diri dalam program ini.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 187 orang adalah warga negara Arab Saudi dan selebihnya warga negara asing yang tinggal dan bekerja di Jeddah, Mekkah dan kota-kota sekitarnya.

Pelaksana Fungsi Pensosbud-1, Ahmad Syofian, yang sekaligus menjadi penanggung jawab program BIPA dalam sambutannya menyampaikan, dari 262 pendaftar yang mengembalikan formulir berikut berkas persyaratan, hanya 60 calon peserta yang diterima.

Hal itu, kata Syofian, didasarkan pada pertimbangan kapasitas kelas dan komitmen

calon peserta yang akan mengikuti kegiatan BIPA dari awal hingga akhir.

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, dalam sambutannya mengatakan, tingginya minat warga Saudi untuk belajar Bahasa Indonesia menandakan semakin eratnya hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi.

“Ini membuktikan semakin populernya program BIPA di kalangan masyarakat Arab Saudi

. Hal ini sekaligus menunjukkan arti penting Indonesia, baik dari aspek sosial, ekonomi, perdagangan, maupun aspek persahabatan di mata warga Arab Saudi,” ucap Konjen saat membuka secara resmi kursus BIPA yang berlangsung Senin, 18 Februari 2019 di lobi utama KJRI Jeddah.

Disebutkan Konjen Hery, sepanjang 2018 terdapat 1,5 juta warga negara Indonesia (WNI) yang berkunjung ke Arab Saudi untuk melaksanakan haji dan umrah. Jumlah tersebut belum termasuk WNI yang datang ke Arab Saudi dalam rangka kunjungan bisnis, belajar dan bekerja. Sementara sekitar 190 ribu warga Arab Saudi setiap tahun berkunjung ke Indonesia.

“Kami menaruh harapan yang besar kepada bapak-bapak, dengan mempelajari bahasa Indonesia, bapak-bapak menjadi bagian keluarga besar Indonesia di Tanah Suci, khususnya wilayah kerja KJRI Jeddah,” kata Konjen.

 

Baca Juga :