Memetakan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI

Rate this post

Memetakan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI

Memetakan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI

Memetakan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Wialayah merupakan salah satu bagian pokok sebuah negara.Tiap-tiap negara memiliki wilayah tertentu dengan batas batas yang ditentukan berdasarkan perjanjian Internasional.

Berdasarkan ketentuan Pasa 1 Ayat (1) Undang-undang Nomor 43 Tahun 2008. Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut wilayah negara adalah salah satu unsur negara yang merupakan salah satu kesatuan wilayah daratan. Perairan pedalaman, perairan kepualauan, dan laut teritorial berserta dasar laut dan tanah dibawahnya, serta ruang udara diatasnya, termasuk seluruh sumber kekayaan yang terkandung dibawahnya.

berdasarkan pengertian tersebut dapat diidentifikasikan wilayah Indonesia terdiri atas tiga bagian,yaitu daratan,lautan (perairan), dan udara.

Peta Wilayah Indonesia

a. Wilayah Daratan

Wilayah daratan adalah wilayah tanah luas yang dijadikan sebagai tempat tinggal (permukiman) dari warga negara atau penduduk negara yang bersangkutan. Wilayah daratan RI terbentang dari Sabang sampai Merauke dari pulau Miangas sampai Pulau Rote. Sabang merupakan kota dipulau Weh sebagai gerbang pintu gerbang wilayah barat Indonesia. Merauke merupakan kabupaten di Pulau Papua yang menjadi gerbang bagian timur Indonesia. Sementara itu pintu gerbang wilayah utara dan selatan Indonesia terdapat dipulau Miangas dan pulau Rote. Wilayah Indonesia terlihat terpecah menjadi gugusan pulau. Terdapat perairan,baik selat maupun laut diantara pulau-pulau tersebut. Meskipun demikian,bagian Indonesia laut bukan merupakan pemisah. Laut merupakan penghubung sehingga wilayah Indonesia menjadi satu kesatuan yang utuh.

Itulah yang dimaksud “…….Sebuah negara kepulauan yang bercirikan nusantara…….” dalam Pasal 25A Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Nusantara dijadikan sinonim untuk menyebut kepulauan Indonesia. Nusantara terdiri atas dua kata yaitu Nusa dan Antara. Nusa berarti pulau dan Antara berarti antara,relasi,seberang,atau luar. Nusantara diartikan sebagai gugusan pulau dianatar lautan dengan arti lautan sebagai penghubung sehingga tercipta kesatuan wilayah yang utuh. Perhatikan gambar peta Indonesia dibawah ini!

Gambar diatas merupakan gambar tentang wilayah Negara Indonesia yang dihubungkan dengan lautan yang luas karena Indonesia memiliki ribuan Pulau yang terdiri atas pulau-pulau besar dan pulau-pulau kecil yang terbagi menjadi 34 Provinsi. Setiap batas wilayah provinsi di Indonesia dapat dilalui menggunakan transportasi darat,laut,maupun udara.

b. Wilayah Perairan

Wilayah perairan merupakan wilayah laut yang termasuk kawasan suatu negara. Berdasarkan ketentuan Pasal 1 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 wilayah perairan Indonesia adalah perairan pedalaman,perairan kepulauan,dan laut teritorial. Ketentuan tentang wilayah perairan Indonesia tercantum daam deklarasi Djuanda yang dideklarasikan pada tanggal 13 Desember 1957. Isi deklarasi Djuanda sebagai berikut ” Bahwa segala perairan disekitar,diantara,dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia dengan tidak memandang luas dan lebarnya adalah bagian yang wajar dari daerah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian daripada perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada dibawah kedaulatan Negara Republik Indonesia. Penetuan batas laut 12 Mil yang diukur dari garis yang menghubungkan titik terluar pada pulau-pulau negara Republik Indonesia akan ditentukan dengan Undang-Undang”

Konsep yang dibuat pemerintah Indonesia dalam deklarasi Djuanda kemudian diakui dalam Konversi Hukum Laut PBB pada tahun 1982 United Nations Convention the law of the Sea (UNCLOS). Konversi tersebut dilaksanakan di Montego Bay, Jamaikan pada tahun 1982. Dalam Konversi tersebut dinyatakan bahwa wilayah perairan Indonesia meliputi perairan nusantara,laut wilayah,landasan kontinen,dan zona ekonomi eksklusif

1. Zona Laut Teritorial

Laut teritorial disebut juga laut wilayah. Laut teritorial merupakan wilayah laut milik Indonesia. Negara Indonesia mempunyai kedaulatan penuh atasnya. Batas laut teritoral merupakan batas kedaulatan penuh negara Indonesia. Artinya,negara-negara lain tidak diperbolehkan memasuki wilayah teritorial tanpa izin negara Indonesia. Sebagai bagian dari masyarakat internasioan, Indonesia juga menjediakan jalur pelayaran sebagai prasaran lalu lintas damai. Di jalur ini Indonesia mempunyai hak penuh untuk memanfaatkan air,kekayaan laut,dasar laut, dan udara disekitarnya termasuk kekayaan alam di dalamnya. Selain laut teritorial Indonesia memiliki perairan Nusantara dan zona tambahan. Laut Nusantara disebut perairan Nusantara atau perairan pedalaman yaitu laut di antara pulau-pulau yang dibatasi garis dasar pulau. Adapun zona tambahan Indonesia adalah zona yang lebarnya tidak melebihi 24mil laut yang diukur dari garis pangkal laut teritorial.

Bagaimana cara menentukan laut teritorial Indonesia? Batas laut teritorial ditarik sejauh 12 mil lau (1 mil laut= 1,852 km) dari garis pantai terjauh yang menjorok ke laut. Selanjutnya, pada garis tersebut dicari rata-rata pada saat air pasang dan saat air surut. Garis ini disebut garis dasar. Dari garis dasar inilah kemudian diukur sejauh 12 mil ke laut untuk menentukan batas laut teritorial. Adapun zona tambahan dapat ditentukan dengan menarik 24 mil laut dari garis dasar.

2. Zona Lnadas Kontinen

Landasa kontinen adalah dasar laut yang secara geologis dan mormologi merupakan lanjutan dari sebuah kontinen (benua). Kedalaman landas kontinen kurang dari 150 meter. Landas kontinen diukur dari garis dasar yaitu paling jauh 200 mil laut. Dasar laut yang merupakan kelanjutan dari suatu benua biasanya ditentukan dengan melihat sturktur batuan pembentuknya (kondisi geologi).Batas landas kontinen merupakan batas landas kontinen merupakan batas dasar laut yang sumber daya alamnya dapat dikelola oleh negara yang bersangkutan. Batas landasan kontinen diukur dari garis dasar ke arah luar paling jauh 200 mil laut.

Jika terdapat dua negara dalam satu landas kontinen dengan jarang kurang dari 200 mil, batas landas kontinen bagi kedua negara ditentukan dengan cara membagi dua. Kedua negara memiliki bagian yang sama jauhnya dari garis pantai masing-masing.Negara memiliki hak penuh untuk mengelola sumber alam di dasar laut yang masih dalam wilayah batas landas kontinen dengan tetap menghormati dan tanpa menggangu jalur lalu lintas pelayaran damai. Pemanfaatan landas kontinen harus memperhatikan dan menghormati kepentingan-kepentingan yang menyangkut masalah pertahanan dan keamanan,perhubungan,telekomunikasi dan transmisi listrik bawah laut,perikanan,penelitian ilmiah,serta cagar alam.

3. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Zona Eonomi Esklusif baru muncul pada tahun 1970-an dalam Konferensi Hukum Laut III yang diprakasai oleh PBB. Ketentuan terkait Zona Ekonomi Eksklusif berhasil disepakati dan dituangkan dalam Bb V pasal 22-75 Konvensi Hukum Laut Tahun 1982. Zona ekonomi Ekslusif (ZEE) merupakan daerah-daerah yang berbatasan dengan laut bebas seperti sebelah selatan Pulau Jawa dan sebelah barat Pulau Sumatra yang bebatasan dengan Samudra Hindia atau Maluku Utara yang berbatasan dengan Samudra Pasifik. ZEE diukur sejauh 200 mil laut dari garis pantai yang paling jauh menjorok ke laut (garis dasar).

Baca Juga :