Menaker: Mahasiswa Harus Kompeten di Persaingan Global

Menaker: Mahasiswa Harus Kompeten di Persaingan Global

Menaker Mahasiswa Harus Kompeten di Persaingan Global

Secara terus-menerus kalangan mahasiawa harus mengasah kemampuan untuk meningkatkan keterampilannya. Hal itu penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang makin komplek akibat perkembangan teknologi. Dengan memiliki keterampilan, mahasiswa akan dapat bersaing di dunia kerja.

“Selain mengasah kemampuan, mahasiswa juga dituntut memiliki kompetensi yang berada di atas standar karena kalau berada di atas standar pasti dapat memenangkan persaingan global. Jadi tantangan persaingan saat ini sangat ketat. Selain harus bersaing dengan ratusan ribu lulusan dalam negeri yang siap masuk ke dunia kerja, kita juga harus bersaing dengan tenaga kerja asing,” kata Menaker Hanif Dhakiri dalam orasi ilmiah di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), Pekanbaru, Riau, kemarin.

Dalam orasi ilmiah bertajuk “Melalui Sertifikasi Profesi Kita Bangkitkan Profesionalisme Lulusan Perguruan Tinggi”, Hanif menjelaskan, jika kemampuan kita berada di bawah standar, pasti akan kalah. Tapi jika kemampuan itu di atas standar, maka pasti menang.

Untuk itu Hanif menyarankan agar mahasiswa memiliki kompetensi di atas standar, maka harus berusaha lebih keras.

“Bekerja lebih keras, belajar lebih giat, dan berusaha lebih kuat. Bagaimana caranya agar memiliki keahlian di atas standar? Ya harus bekerja dan belajar di atas standar,” katanya.

Ia juga menyampaikan soal adanya miss match antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan kerja yang masih tinggi. Ketimpagan ini, kata Hanif, harus segera ditangani dan perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

“63 persen lulusan perguruan tinggi tidak match dengan kebutuhan dunia kerja

. Sistem pendidikan di perguruan tinggi harus berorientasi dengan kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi harus bisa menjawab tantangan ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kemnaker menandatangani nota kesepakatan dengan pihak STAI mengenai Pelatihan Sertifikasi Profesi. Nota kesepakatan itu, diteken oleh Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono dan Ketua STAI HM Syahrial.

“Dengan MoU ini mahasiswa STAI yang lulus kuliah akan memiliki ijazah,

sertifikasi profesi yang diakui dunia kerja,” tutur dia.

Dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, Hanif mengharapkan,

Indonesia tidak sekadar sebagai negara konsumen. Masyarakat didorong bukan hanya sebagai penikmat berbagai produk luar, tetapi harus mampu menciptakan produk sendiri.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/