Penyaluran KIP Tahun 2017 Hampir 50 Persen, Pemerintah Pacu Siswa Miskin Berprestasi

Penyaluran KIP Tahun 2017 Hampir 50 Persen, Pemerintah Pacu Siswa Miskin Berprestasi

Penyaluran KIP Tahun 2017 Hampir 50 Persen, Pemerintah Pacu Siswa Miskin Berprestasi

Kemendikbud — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

telah menyalurkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) selama tahun 2017 kepada 7.674.914 siswa atau 42 persen dari target sebesar 17.927.308 siswa. KIP merupakan bantuan pendidikan dari Program Indonesia Pintar (PIP) yang diberikan pemerintah kepada anak usia 6 sampai 21 tahun yang berasal dari keluarga miskin/rentan miskin, berstatus yatim piatu/yatim/piatu, peserta Program Keluarga Harapan (PKH), keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Dari 7.674.914 siswa penerima KIP, sebanyak 4.171.040 siswa adalah jenjang SD, 2.127.333 siswa jenjang SMP, 573.498 siswa jenjang SMA, 770.753 siswa jenjang SMK, 11.138 siswaa SLB, dan 31.152 siswa Diktara”, kata Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Thamrin Kasman saat berdiskusi dengan media massa di Kantor Kemendikbud, Jakarta (7/6).

Dari jumlah KIP yang telah disalurkan, masih ada sekitar 10.257.394 KIP y

ang belum diberikan ke siswa penerima KIP. Kemendikbud terus berupaya menyalurkan KIP sesuai dengan target yang tertulis dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dengan menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dikoordinasikan dengan data dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Selain itu, bantuan ini juga diperuntukkan bagi peserta didik yang terdaftar di lembaga pendidikan (formal, nonformal, kursus dan pendidikan kesetaraan), dan anak tidak sekolah (ATS). Jumlah anak usia sekolah yang tidak sekolah di Indonesia mencapai sekitar 2,9 juta akan mendapatkan KIP.

“Tahun ini, pemerintah telah menyalurkan 500.000 KIP kepada anak tidak sekolah,”

ujar R. Alpha Amirrachman, Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan.

Dalam KIP, Alpha melanjutkan, terdapat dua sasaran yaitu anak tidak mampu yang terdaftar di sekolah yang dikhawatirkan putus sekolah (drop out), dan anak-anak yang berasal dari keluarga miskin yang tidak sekolah.

Melalui pemberian KIP, pemerintah berharap agar anak-anak yang putus sekolah dapat melanjutkan sekolah. Pemerintah juga berharap agar masyarakat membantu pemerintah dengan terus mendorong penerima KIP untuk memanfaatkan KIP sebagai sarana dalam membantu meraih cita-cita dan melanjutkan sekolah sampai jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sebagai contoh, dua siswa penerima KIP yang berprestasi mengikuti ajang Olimpiade Penelitian Internasional, yaitu Bagus Putu Satria Suarima Putra dan Made Radikia Prasanta. Mereka mengikuti olimpiade yang diselenggarakan oleh Intel ISEF, di Los Angeles, Amerika Serikat, pada tanggal 14 s.d. 19 Mei 2017 lalu. (Prima Sari).

 

Sumber :

https://sel.co.id/