Peserta UN Berkebutuhan Khusus Dapat Layanan Khusus

Peserta UN Berkebutuhan Khusus Dapat Layanan Khusus

Peserta UN Berkebutuhan Khusus Dapat Layanan Khusus

Siswa berkebutuhan khusus calon siswa peserta Ujian Nasional 2016 tak perlu khawatir

akan mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal ujian. Pasalnya, pemerintah menyatakan siap membantu siswa berkebutuhan khusus dalam mengerjakan soal ujian.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

(Disdikpora DIY) Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pihaknya sudah menginventarisasi sekolah-sekolah yang memiliki siswa berkebutuhan khusus. Pelayanan terbaik akan diberikan kepada siswa berkebutuhan khusus.

Siswa berkebutuhan khusus yang berada di sekolah pelaksana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) boleh mengerjakan soal ujian secara tertulis. Aji menyontohkan, di wilayahnya ada calon peserta UNBK 2016 yang menderita low vision, dan hanya mampu melihat tulisan dalam ukuran huruf 34. Siswa seperti ini diperbolehkan mengerjakan soal secara tertulis. “Mereka bisa meminta diberikan lembar jawaban khusus. Tapi kalau sekolah tidak meminta ya berarti dianggap tidak perlu lembar khusus itu,” tambahnya.

Selain menggunakan soal tertulis, alternatif lain yang ditawarkan pemerintah

adalah mengerjakan UNBK dengan bantuan guru pendamping. Karena tak mampu membaca sendiri, guru pendamping diperbolehkan membacakan soalnya. Ini tentunya dengan syarat mereka mengerjakan di sebuah ruangan terpisah dari peserta yang lain. Lagi-lagi, kebijakan ini berlaku, apabila memang dibutuhkan oleh peserta. “Satu komputer ditaruh di ruangan, siswa dibantu dibacakan soalnya, mereka tinggal mengklik jawaban soal,” terang Aji.

Selain tuna netra atau low vision, ada juga siswa tuna rungu. Dalam kasus ini, Disdikpora menyediakan soal dalam bentuk reading (membaca) bagi tunarungu, sebagai ganti ujian tipe listening (mendengarkan).

 

Baca Juga :