Sertifikasi Kompetensi Antar Lulusan SMK ke Industri Global

Sertifikasi Kompetensi Antar Lulusan SMK ke Industri Global

Sertifikasi Kompetensi Antar Lulusan SMK ke Industri Global

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong lulusan sekolah menengah kejuruan

(SMK) memiliki sertifikasi kompetensi agar memiliki daya saing. Dengan demikian, mereka menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul yang dapat menembus dunia industri global.

“Kemenpar tahun ini mendorong soal SDM. Tenaga kerja Indonesia (TKI) jangan hanya sekadar tuan rumah yang menjadi penonton, tapi harus jadi pelaku unggul dan berdaya saing secara global. Sehingga, turut berperan meningkatkan industri pariwisata Indonesia,” uja Fungsional Kemenpar RI, Ahmad Suharto saat meninjau Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) di SMKN 3 Cimahi, Jln. Permana Tim No. 2, Kota Cimahi, Kamis (4/4/2019), seperti diwartakan harian Pikiran Rakyat.

Kegiatan ini diikuti siswa kelas XII SMKN 3 Cimahi yang terbagi dalam lima jurusan.

Yakni, jurusan tata boga, akomodasi perhotelan, tata busana, administrasi perkantoran, dan multimedia.

Menurut Ahmad, sangat penting bagi SMK untuk melakukan sertifikasi kompetensi kepada para siswanya. “Tenaga kompeten di sektor pariwisata harus disiapkan dari awal. Sertifikasi ini menjadi pengakuan atas kemampuan siswa, terutama menjadi modal dasar saat masuk dunia industri,” katanya.

Ia menuturkan, setiap tahun pihaknya memfasilitasi para siswa SMK untuk menjalani uji sertifikasi kompetensi tersebut. Sudah beberapa tahun memfasilitasi kapasitas peningkatan SDM. Apalagi ada kesepakatan di tingkat ASEAN melalui Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bahwa tenaga kerja yang masuk dunia industri harus punya kapasitas.

“Memiliki sertifikasi kompetensi menjadi portofolio bagi mereka saat mencari kerja

dan harus diperbarui setiap 2 tahun karena ilmu terus berkembang. Modal utama, yaitu segi keterampilan, pengetahuan, dan sikap. Dalam persaingan bukan lagi nasional-regional, tapi perlu ekspansi hingga tingkat global. Apapun yang kita miliki, kalau tidak didukung SDM kompeten tidak akan terlihat nyata hasilnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Cimahi, Mulyono mengatakan, pada penyelenggaraan tahun 2018, LSP-P1 SMKN 3 Cimahi turut menggelar uji sertifikasi bagi siswa di sekolah lain yang berjejaring. “Ada sekitar 9 sekolah yang berjejaring dengan SMKN 3 Cimahi. Mereka bisa mengikuti uji sertifikasi di LSP-P1 SMKN 3 Cimahi,” ujarnya.

Diakuinya, sangat penting sertifikat lisensi LSP-P1 bagi SMK. “Agar ke depan SMK tersebut mampu menghasilkan tenaga kerja yang berdaya saing dan terampil. Sehingga, saat lulus mereka sudah dijamin dengan sertifikasi,” katanya.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/