Telkomsel: Konektivitas 5G di RI Butuh Investasi Besar

Telkomsel: Konektivitas 5G di RI Butuh Investasi Besar

Telkomsel Konektivitas 5G di RI Butuh Investasi Besar

General Manager Network Strategic Roadmap Telkomsel, Christian Guna

Gustiana menyebut secara teknis investasi untuk konektivitas 5G dinilai besar. Sebab, dibutuhkan Base Transceiver Station (BTS) tiga kali lipat dibanding 4G.

“Jika dibandingkan dari sisi power [kekuatan] yang dibutuhkan 5G butuh 3 kali lipat lebih besar, bisa dibayangkan harga 4G sekarang, investasi [5G] yang dibutuhkan akan sangat besar,” tuturnya saat Media Update 5G for Industrial di kantor Telkomsel, Jakarta, Rabu (18/12).

Meski begitu, dia berharap nantinya investasi 5G untuk diimplementasikan di Indonesia tak terlalu besar.

“Untuk saat ini kita belum punya juga price list-nya

[daftar harga] tetapi mudah-mudahan harga perangkat-nya [menara BTS] tidak besar,” pungkas Christian.

Lihat juga: Kesiapan Jaringan Jelang Natal dan Tahun Baru 2020

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan jaringan 5G dengan frekuensi tinggi memiliki tingkat cakupan sinyal yang rendah. Cakupan sinyal rendah ini berimbas pada mesti banyaknya investasi menara BTS agar bisa menyediakan cakupan sinyal yang luas.

Saat melakukan uji coba 5G di salah satu pabrik di kawasan Jakarta

Utara bersama Smartfren pada Agustus 2019, Direktur Penataan Sumber Daya, Ditjen SDPPI, Kemenkominfo, Denny Setiawan mengatakan saat ini uji coba 5G di Indonesia menggunakan spektrum 28 GHz.

Dengan frekuensi itu, cakupan sinyal untuk satu BTS hanya 200 sampai 300 meter.

 

Sumber :

https://jilbabbayi.co.id/killapps-pro-apk/